Tampilkan postingan dengan label sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit. Tampilkan semua postingan
0 comment

wall saya dengan nadila nurfairuz selama ini :p #geje

di postingan kali ini, aku mau cerita tentang wall to wall ku sama Nadila NUrfairuz Amalina setelah ini baca ae wes, dari yang paling baru :)

~~~


tapi kalau mau tau lebih banyak, buka aja link ini --> http://www.facebook.com/profile.php?id=1821032788#!/walltowall.php?id=100000045583354&banter_id=1273434268&ref=nf
read more
0 comment

ku ingin kau tau apa keinginanku selama ini

aku ga pernah sih ya minta kamu yang aneh-aneh. jadi pacar kamu? kagak kok. jadi orang yang berarti buat kamu? juga ga. jadi sahabatmu? ga juga sih. tapi aku cuma mau kamu ngertiin perasaanku, sedikit aja, biar aku ga terus rasa sakit ini *wosos . aku cuma ga mau berharap lebih dari kamu. oh ya dan kamu juga tau, kita ini udah kelas 9 , dan kamu harus tau juga aku pingin coba buat lupain kamu, lupain dunia kamu juga. tapi apa aku bisa? saat ini aku ga bisa dan kapan aku bisa pun aku tak tau kapan. aku udah berusaha ngelupain kamu, tapi aku ga bisa ngelupain dunia kamu, temen-temen itu, apalagi si A , aku justru malah ya apa gitu kalau ngelupain kamu. jadi intinya aku ga bisa ngelupain kamu. apa kamu tau itu? kayaknya ga bakal. oh ya satu lagi, bisa ga ya kamu pikirin sedikit aja apa isi hatiku tentang kamu. tapi kamu ga bakal ngerti itu, karena kamu sayangnya sama si C , bukan sama aku. ya aku emang jelek, cantik ga, anggun pun ga. ya, aku memang berbeda dari si C , dia cantik, dia sopan, dia anggun dan dia juga sayang kamu :( tapi asal kamu tau, bukan berarti aku suka sama aku, aku mau ngikutin sikap si C biar bikin kamu suka sama aku? ga bisa. aku bukan dia, aku bukan dia, kamu harus ngerti. dan satu hal lagi yang bikin aku ga bisa berhenti suka sama kamu, wajahmu dan kegeeranmu itu, tau ga? ah sumpah males aku sebenernya cerita tentang kamu lagi di blog ku :( tapi ya apa dong ya, aku mau curhat kesiapa juga?
read more
0 comment

Kepada Seorang Lelaki yang Mengajariku Menggoreskan Tinta :')

waktu aku baca novel "Kepada Cinta" aku nemu satu surat yang isinya keren abis, tapi bikin freak adalah , kenapa yang ngirim cowok, padahal suratnya di kirim ke cowok -____- tapi kalian baca aja deh, tapi maaf kalau panjang :p

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Untuk Rama,

Ini kali pertama aku berani mengatakan apa yang sekian lama yang kurahasiakan darimu, Rama. Hanya dua kata mampu menjelaskannya. Aku mencintaimu. Apakah itu cukup untuk membuatmu mengerti? Pikirmu, aku pasti menganggap itu terlalu sederhana sehingga membuatku mudah mengucapkannya, Kan?

Sebenarnya, aku sendiri masih belum bisa memahaminya, Rama. Aku mencintaimu. Hanya itu. Aku tak punya kata lain. Hanya karena itu Tuhan bilang aku berdosa? Kenapa? Aku selalu bertanya. Tapi Tuhan tak pernah menjawab. dia tak ada di mana pun.

Jika besok ketemui Tuhan, aku pasti akan menanyakan, "apa salahku mencintai Rama?"

Bukankah setiap orang berhak mencintai?

Bagiku, Kau selembut api lilin-lilin kecil yang bergoyang sendu di sepanjang lorong tempatku berjalan setiap malam, Rama. Secantik noktah emas kunang-kunang yang berlarian di antara pucuk-pucuk ilalang di sawah belakang rumahku. Seperti bunga-bunga kenikir yang mengangguk bersahaja kepada matahari dan capung-capung yang mencumbunya tanpa kata. Seperti silir udara yang menghantar buih ombak kedalam pelukan pasir putih--hanya untuk menyampaikan pesan yang begitu tergesa--lalu membawanya kembali ke ke tengah lautan dengan penuh kesetiaan. Seperti bisik mesra seekor kupu-kupu kepada kekasihnya yang tak mampu ditangkap angin. Dan, kau juga, seperti tirai-tirai hujan yang menari lentik dalam pacuan detak jantungku saat aku melangkah lirih di atas rerumputan pada suatu malam yang hening penuh rintih kesakitan; bahkan aku masih ingat, tatapanmu sering kupakai untuk menghapus air mata.

Maaf.

Aku tidak pernah bisa berkata lebih dari itu. Aku lebih sering menulis apa saja yang mestinya dapat kau mengerti di dasar kolam yang pendar airnya sama sekali tak mampu kau pahami. Ibuku bilang, hidup bagai secarik kertas usang yang penuh tulisan mimpi yang akan pergi begitu saja diterbangkan angin dan hilang dalam sekejap, terhapus jejak-jejak langkah hujan.

Semula, aku tak ingin memercayai itu. Tidak pernah ingin. Sebab, suatu kali dulu, tanpa kau sadari, kau ajari aku bagamainan menggores tinta dengan bijaksana di atas secarik kertas usang itu agar dia bisa hidup abadi. Meluluhkan perasaan angin dan hujan, lalu berubah menjadi burung-burung kecil bersayap putih yang telah bersiap terbang mengejar matahari. Kau ajari aku cara meneteskan air mata dengan amat perlahan sehingga hanya malaikat di kedua bahukun yang mampu mendengarnya (tanpa pernah memberitahukannya kepada Tuhan, kukira). Lalu, kau ajak kedua kelopak bibirku bergerak, mengucapkan kata-kata yang akhir-akhir ini sangat kubenci : doa.

Kau katakan padaku; pejamkan matamu, tidurlah dengan lelap di bahuku. Kau katakan lagi; ini ujung kemejaku, pakailah untuk mengusap air mata di pelupuk matamu ini. Dan, kau katakan lebih perlahan lagi; mintalah apa saja yang sanggup aku berikan, tapi kumohon, jangan pernah menangis lagi.

Kau bimbing aku seperti seorang bapak yang dengan sabar mengajari anaknya menaikkan layang-layang, tinggi berlari menyapa bintang-bintang. Ya. Kau seperti seorang bapak. Bapakku. Bapak yang telah lama meninggalkanku jauh sebelum kukosongkan rahim ibuku. Bapak yang tidak pernah ku kenal, tak pernah kuingat sorot matanya. Benar. Kurasa, kau memang sepeti bapakku. Tapi hanya jenis kelaminmu. Yang lain berbeda. Bagaimana mungkin sepenuhnya kusamakan kau dengan setan?

Tak mungkin aku lupa tentangmu, Rama.

Kau lindungi aku seolah-olah aku kura-kura kecil yang tersesat; kau bantu aku berjalan kembali menuju lautan untuk menemukan keluargaku. Kau tampak samar dan berkabut di mata, tetapi begitu jelas, begitu nyata dalam mimpiku.

Jadi, apa salahku mencintaimu?

Kau tau, doa yang kulafalkan kini tidak lagi seperti yang kau bisikan. Harapan yang kuceritakan tidak pernah lagi ku sampaikan pada Tuhan. Aku membenci-nya. Aku takut Dia mengkhianatiku lebih dari yang pernah Dia lakukan kepadaku; dengan mengirimiku hujan setiap hari dan mempertemukanku dengan mu. Aku sudah tidak lagi percaya pada-nya. Kau tahu, kan, Dia selalu mengatur hidupku. Mungkin, aku sudah gila.

Petemuan denganmu begitu manis sekaligus pahit. Kau menyelam kedalam hatiku seperti matahari terbit. Seperti bunga-bunga yang semula kuncup, lalu mulai bermekaran pada sebuah pergantian musim. Saat bersamamu, aku mampu merasakan kebahagian yang sempurna sekaligus kepahitan yang dalam; ketemukan kegelisahan yang panjang sekaligus kenikmatan yang naluriah; keheningan yang begitu damai sekaligus kenangan yang amat pahit.

Maaf.

Setelah mengetahui ini, mungkin kau akan pergi dariku atau aku tak mungkin lagi berada disampingmu. Kau akan membiarkanku berjalan sendiri lagi, kan? Apa Tuhan tidak punya hati? Bukankah keinginanku begitu sederhana? Aku hanya ingin kau miliki. Terlalu hinakah harapan itu?

Aku sudah tahu jawabannya. Ya. Aku sudah tahu. Sudah lama sekali aku tahu.

Aku selalu sendiri kini; di lorong sepi tempat kita dulu pernah saling melukis mimpi, menyulam bait-bait puisi, meneriakkan kesakitan dan bertanya-tanya kepada Tuhan. Tempat kali pertama kita bertemu, kau ingat?

Maaf.

Kalau aku pergi hari ini, bukan berarti aku marah padamu. Justru karena kau terlalu menyanyangi mu. Mungkin, kau bertanya-tanya tentangku, mungkin juga tidak. Tapi aku tetap harus mengatakannya kan? Di sini, di dalam sini, jauh didalam dasar hatiku, ada banyak sekali rahasia yang ingin kubagi denganmu. Tapi entahlah, aku tak punya satu pun kata yang dapat kugunakan untuk mulai mengatakannya.

Kau tahu, malam ini, disini, tempat pertama kali kita bertemu; dengan segelas bir dan sebatang rokok mengepul seperti cerobong asap kereta api, aku mulai menulis puisi tentangmu. Tentang senyummu yang terus saja membelai waktu dalam pikiranku. Tentang pelukanmu yang begtiu hening, begitu hangat melemahkan rasa sakitku. Tentang jari-jarimu yang halus, yang selembut kabut, yang sering kugunakan menggenggam udara untuk kuhirup. Tentang bahumu yang kokoh, lenganmu yang memberiku rasa aman, juga bongkah dadamu yang kuat, yang wangi tembakau. Oh, semua ini membuatku cengeng dan marah.

Aku seperti bisa merasakanmu berdiri dengan senyummu yang bisa--yang sepolos bayi--jauh di depan sana. Kau awasi aku dengan pandang sayangmu. Lalu, kau tanya, "Kau sedang tidak menangiskan?"

Dan ketika aku mendongak keluar, memandang segaris bulan sabit yang tampak samar dilangit, kau tahu, tiba-tiba, baru keusadari kalau telah lama tatapanku berkabut. Setiap sudut lorong tempat kali pertama kita bertemu seolah-olah tampak muram. Malam menjadi lebih gelap, menjadi lebih dingin daripada sebelumnya. Aku terus terpaku. Tak dapat kuselesaikan puisi tentangmu dengan kata-kata yang cantik, yang kuharap mampu meluluhkan Tuhan. Betapa aku ingin kau miliki, kau cumbu, kau dekap mesra. Kau lindungi seperti perempuan yang impikan.

Tapi, aku tahu, kau tak akan pernah bisa mengerti ini. Dan aku juga tak ingin kau memahaminya. Ini membuat kita sulit bernapas.

Kau tahu, ternyata, aku terlalu takut untuk melihat senyummu, menatap ujung sepatumu, mendengar kata-katamu. Karena itu, aku harus pergi. Aku tak bisa terus ada di sisimu dengan harapan yang tak mungkin dikabulkan Tuhan. Jika kau melihatku hari ini, kau pasti akan berkomentar dengan kata yang sering kau lontarkan, "Pecundang". Kau sering mengatakannya kan? Sekarang, aku ingin kau mengatakannya sekali lagi. Sekali saja. Sebelum aku benar-benar pergi. Nyatanya, aku masih saja menyusuri tempat kali pertama kita bertemu, menulis puisi-puisi tentangmu. mengkhayalkan lelap dalam lingkaran lenganmu.

Masihkan cinta dapat dipercaya seperti Tuhan? Nyatanya, aku hanya punya itu. Cinta. Satu kata yang kupakai untuk melukiskan betapa aku ingin kau miliki. Betapa aku ingin kau lindungi. Bertapa aku ingin menjadi perempuanmu. Menjadi satu-satunya perempuanmu. Yang memberimu seluruh hidupnya, yang akan setia mengangkat payung untukmu ketika hujan menyapa, yang hanya akan memiliki dirimu, yang akan terus menulis puisi-puisi tentangmu, yang akan melahirkan malaikat-malaikat kecil untukmu, untuk menghapus kesepianmu. Hanya itu sesungguhnya yang ingin kusampaikan padamu, yang ingin kusampaikan kepada Tuhan. Hanya demikian.

Tapi, karena Tuhan bukan manusia, Dia tidak akan pernah merasakan kesakitanku, merasakan harapan-harapanku untuk menjadi perempuanmu. Dia hanya bisa membisik ketelingaku bahwa mencintaimu itu dosa. Dan, mengapa itu dosa, Dia tak pernah memberi alasannya.

Jadi, jika besok ku temukan Tuhan, Rama, aku pasti akan menanyakan; apa salahku mencintaimu? Kenapa aku tak boleh mencintaimu? Bukankah kau dan aku bisa menjadi sepasang manusia tanpa harus meninggalkan-Nya? Mengapa cinta tiba-tiba bisa menjadi dosa? Toh, aku tidak melakukan apa pun yang menghina-Nya ...

Kau takkan bisa memberikanku jawaban, demikian juga Tuhan, bukan?

Dan, karena pertanyaan itu tak pernah terjawab, kau tahu, aku tak dapat menyelesaikan puisi-puisi tentangmu dengan kata-kata yang cantik. Pada akhirnya, aku hanya bisa termenung memandang langit hitam dengan sedikit pertanyaan; kemana perginya bulan dan bintang yang sejak tadi setia menemani keheningan malam?

Tiba-tiba, aku tahu apa yang harus kulakukan; meninggalkan tempat kali pertama kita bertemu. Tanpa menulis puisi-puisi tentangmu lagi.

Maafkan aku karena berani mencintaimu

Lelaki yang tak pantas mencintaimu,
Arjuna

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

apik toh? sek dulu tapi, aku ngakak pol rek waktu tau siapa nama orang yang ngirim surat ini, ARJUNA. ckck, nama cowok toh? -_______________- lah berarti iki radak homo laan ? -_-
read more
0 comment

something that i want tell to you :)

sebenernya ini rahasia, tapi aku bakal tetep cerita ke kalian semua. ini tentang kisah cintaku, ya dari setahun yang lalu lah kalau ga salah. tapi kalau kalian udah baca, jangan kasik tau siapa-siapa ya :) please? tapi sori ye kalau awal-awalnya ga penting semua :)

ya, waktu itu kalau ga salah tanggal 20.04.2009, yepp spensix ngadain kegiatan tengah semester ke Jatim Park Malang, ya kegiatan belajar tapi sambil santai-santai gitu :) 

pas disana itu, ya biasa lah, kita mencatat tugas-tugas yang disuruh dari sekolah, asyik lah pokoknya. kalau ga salah waktu itu aku satu kelompok sama intan, adi, byan, zia ya gitu lah (lali.e :DD). abis itu, akhirnya kita mencar, aku sama intan nyari ave, lina, hera, laras sama indie. terus kita lanjutin makan di food courtnya Jatim Park gitu deh, wes nunggu nasi goreng aja lamanya hampir sejam, gila dah. abis itu kita lanjutin sama main segala macem permainan, sempet ketemuan sama iris, della, dita, rully, ryan dan mboh lali wes. tapi pas kita nyampe di wahana itu, merekanya selesai main deh :(

sampai deh di wahana blablabla coaster gitu lah, tapi gara-gara kita bertujuh, akhirnya aku ngalah dan naik sama arina jannah deh. sumpah, aku udah teriak-teriak ga jelas diatas sana. abis itu akhirnya kita rumah hantu. eh, gara-gara kita bertujuh, aku harus ngalah lagi. eh, apaan nih masnya? juahat cakkkk :@ akhirnya aku main sama dea, dita acie, kamu sama temenmu itu (yang dibenci sama temenku tentunya). waktu pertama kali liat kamu, biasa aja sih, ga ada sesuatu hal yang aneh dikamu, ya kamu putih, ganteng sama lucu. tapi pemikiran lain ga ada lagi.

tapi setelah hari itu, setiap hari jadi ada bayangan mu gitu dikepala ku (sudah gila). ahhh, pusing aku kenapa kayak gitu? masa aku suka sama kamu? ga sih, waktu aku nyangkal suka sama kamu, soalnya ga mungkin lah. tapi setelah hari itu dan aku liat kamu lagi pas disekolah, rasanya sangat beda. aku suka beneran sama kamu tau, kenapa isa gitu? padahal kamu loo ya biasa aja :) aku ini kenapa ye? ada yang bisa ngasik saran ga?

dan ga kerasa aku kelas 8 :) nah diawal-awal kelas 8 ini, aku sempet nanges gara-gara kamu (ya kenapa nanges ga usah dikasik tau) tapi udah mau tengah-tengah kelas 8, aku malah kasian sama kamu gara-gara (gitudeh, rahasia). dan waktu terus berjalan, hingga ga kerasa kamu sendiri tau kalau aku suka sama kamu. dan seiring berjalan waktu, akhirnya spensix ngadain kegiatan tengah semester lagi, tapi kali ini ke Maharani sama Wisata Bahari Lamongan. yaampun aku jadi inget tanggal itu, 20.04.09. dan kegiatan kali ini jatuh tanggal 19.01.10

eh sih dea malah ngomongin masalah yang kapan taun itu (ada diatas kok). hyaaaaa, aku dengernya takut tapi seneng -_________- ya ampun, tapi kenapa dia bus 2? bus 1 dong sama aku #mekso, jadi harusnya 8C sama 8E, bukan 8C sama 8A dan 8E sama 8B #ngarep. tapi toh disananya ketemu juga. eh, pas di tempat atraksi nya maharani, aku duduk didepanmu. ya ampun salting poll cak aku :o ya ampun, kelompok rombongan aja sama B, yaampun jadi bahan ejekannya mahdy, nanda, anin sama indie, ya ampun tambah salting aku, apalagi kamu ngeliatin aku terus #ge-er. hahaha, aku lali hingga akhirnya tiba di bagian hewan-hewan albino itu loo. eh si mahdy malah ngejek kamu albino. awalnya ketawa lepas, tiba-tiba ga enak banget ngetawain orang yang kita suka :( terus akhirnya kita balik ke tempat atraksi, tapi dia ga duduk ditempat tadi lagi :( abis itu makan siang di food courtnya maharani, abis itu ke wblnya deh, sempet foto-foto di jembatan penyembrangannya. eh, kamu sama temenmu itu sama ryan, dateng dari maharani, hahaha. asyekkkkk :DD leh? tapi sampai di dalemnya wbl, ga sholat langsung maen, apa-apaan itu? eh, tapi pulangnya ketemu kamu lagi :) kok suka pake kaos putih sih, padahal situ udah putih :) aneh jadinye, ya pokoknya gitu :) 

tapi akhir-akhir ini aku sering murung, sampe nanges, gara-gara kamu suka sama cewek genit itu (menurutku). padahal kamu tau aku suka sama kamu :@ arghhhhh

read more
0 comment

diriku :(

aku ga tau kenapa ya, tapi aku merasa selalu dibicarakan :) ya, terutama sama cewek itu, salah satu orang yang ga bisa menghargai aku sama sama sekali, yang bisanya hanya memandang rendah diriku ini dan yang baik sama aku hanya kadang-kadang. pernah ga seh dia berpikir, apakah kalau dia digituin, dia ga sakit hati ? eh, kamu kok gitu seh, semaunya dewe cak, kamu loo ga mikirin perasaanku gimana, rasanya gimana digituin. dikelas 7 kamu juga gitu, kamu si provokator yang bikin aku ga disukai sama semua anak cewek sekelas kan ? muales cak aku, saiki sok baik, males males wes. ga ngurusi kamu lagi kok, mungkin juga kamu udah hilang sebagai teman dalam list dikepalaku dan dihatiku tentunya. semoga kau tau teman, aku itu juga ga suka sama kamu, tapi aku ga bendi kok :@
read more
0 comment

I Remember

I Remember, hari dimana kamu masuk kelas ini
I Remember, hari-hari dimana kita masih canggung untuk berbicara satu sama lain
I Remember, hari dimana kita mulai dekat sering ngobrol bareng
I Remember, hari-hari dimana kita sering maen game bareng
sampai aku tau ini semua ... :(
I Remember, kamu cerita kalau kamu suka sekali sama dia. Kamu suka sama dia dari kelas 1 SD. And i know what do you mean. Kamu cuma mau dia jadi milikmu. Bukan jadi milikku, bukan juga punya cewek lain. kamu egois banget. kamu ga pernah mikir perasaanku gimana, waktu denger ini semua. SAKIT banget rasanya. kamu tau aku suka sama dia, tapi kamu cuma mikirin kepentinganmu sendiri. kepentingan belakamu yang ga ada gunanya blas :( aku tau kamu juga tersakiti karena kamu tau aku menyukai (walau cuma 11 bulan), tapi aku jauh lebih tersakiti, dengan kehadiranmu disini, dihidupku.

Ga pernah terpikir dibenakku untuk menjatuhkanmu dari belakang. Tapi apa yang kamu lakukan kepada ku? Kamu dengan seenaknya menyindirku, mengejekku, menjatuhkanku dan semua hal nevthink yang ada di otakmu itu. Belum puas ta kamu nyakitin aku? Aku loo ya ga pernah mikirin hal-hal jelek tentang kamu. Tapi kamu yang terus aja nevthink , kalau aku kan ga pernah nevthink gitu loo.

Aku kan juga pernah cerita sesuatu hal tentang aku dan cowok itu yang mungkin bisa nyakitin kamu banget. Tapi kamu? Kamu jahat banget. WTF :(
read more
0 comment

selamanya kamu ga bakal ngerti :(

mungkin kamu always berpikir aku ini egois, aku ini egois, aku ini EGOIS. cukup, aku muak dengan semua perkataanmu itu. kamu yang egois, kamu yang ga bisa ngalah buat aku, padahal dulu kamu bilang kita itu saingan sehat, ga ada yang namanya ngece atau nyindir. tapi buktinya sekarang, kamu yang mulai duluan sama aku. kalau kamu ga mulai duluan, aku ga bakal SEMARAH ini tau :'(

aku tau kalau kamu suka sama dia dari kelas 1 sd, tapi ga gini caramu. ini namanya kamu menjatuhkan aku, dari belakang. kamu kawan macam apa? ga bisa diuntung sama sekali. kamu tau? aku sempet nangis waktu kamu suka sama cowok -yang aku suka- itu. sumpah dah :'( gitu kamu cuma bilang MAAF. maaf itu ga cukup buat bikin aku kembali seperti semula. aku maunya kita temenan seperti biasa. tapi sepertinya udah ga bisa. kamu sudah merusak semua keinginanku. kamu ...
wotepak :(


buat calon mantan temanku, ******
read more
0 comment

kalo cowok yang kita suka tau. . .

copas from Ditha N Putri Notes

berawal dari percakapan enam mata sama sarita fajar andini dan ayu kurnia permatasari, rabu-170310-, di kelas biru-8e spensix-, tepatnya mendelosor di lante hampir di pojok.

umm.., aku ngga inget persisnya.., tapi yang jelas initnya keak gini. ehm.
"apa yang bakal terjadi kalo cowok yang kita suka itu tau kalo kita suka ama dia."

dari percakapan ituu.. ada tiga jawaban.
1. orang itu bakal menjauhi kita
2. orang itu biasa aja
3. orang itu bakal nembak kita.

umm..,
penjabarannyaa..:
1. orang itu bakal ngejauin kita, karena :
kemungkinan 1 : orang itu malu ngetauin kalo ada orang yang suka ama dia.

kemungkinan 2: orang itu ngejauhin kita , karena dia nggak mau ngasih harapan buat kita.

2. orang itu biasa aja, karena :
kemungkinan 1 : orang itu emang supel, friendly, dan ngga peduli status apapun

kemungkinan 2 : orang itu bersikap biasa aja, karena dia mau tunjukin kalo dia ngga punya perasaan apa pun sama kita.

3. orang itu bakal nembak kita, karena:
kemungkinan 1 : orang itu nembak kita, karenaa dia termasuk cowok yang GR nya tingkat tinggi.., dan cepet melambung waktu dia tau kalo ada cewe yang suka ma dia.

kemungkinan 2 : orang itu nembak kita , karena dia kasian sama kita. dia nggak tega ngeliat ada seorang cewek yang suka sama dia, mengharapkannya-dalam sudut pandangnya- itu berdiri sendiri, rapuh tanpa dirinya-emm.., satu hal dari GRnya-. makadariitu.., dia nembak cewek itu.

kemungkinan 3 : orang itu nembak kita, karena dia tipe orang pemalu! napa? -mungkin- dia sebenernya juga suka sama kita dari dulu. tapi dia terlalu pengecut buat nerima kenyataan-dicintai atau hanya bertepuk sebelah tangan-. nha, pas dia tau kalo kita juga suka ma dia, dia baru berani nyatain perasaannya sendiri.

hmm.., yang mana yang lebi baik?
sarita's answer: "orang itu biasa aja - kemungkinan 1 -"
ayuk's answer : ga ngomong apaapa diaa... - -'
my answer: "orang itu biasa aja - kemungkinan 1 -"

umm.., kalo yang lebih "poor"?
sarita's answer : "orang itu ngejauhin kita - kemungkinan 2 -"
ayuk's answer : "orang itu ngejauhin kita - kemungkinan 2 -"
my answer : "orang itu bakal nembak kita - kemungkinan 2-"

emm.., napa kok jawaban saya itu?
karena saya pernah menjalaninya sendiri. yaaa.., meskipun nggak persispersis amat -ngga ditembak maksudnya, tapi cuma dideketin-.
sakkiiit banget! tau kenapa?
umm, coba bayangin, kalo orang yan kamu suka dari dulu itu deketin kamu. keak ngasih "harapan" ke kita. gimana ngga seneng coba? seneng, kan? tapii.., misalnya. waktu kamu uda jadian sama cowo itu. semua yang jalannya tadi muluuss. tibatiba beruba. garagara kamu -misalnya- tau kalo orang itu mau jadian sama kita, karena dia kasian sama kita. bukan didasarkan oleh rasa sayang ke kita. dia cuma kasian sama kita. hhh.. baik, oke, baik. tapi.., -menurut saya- "lebih baik kamu jujur sama perasaanmu sendiri dari pada kamu berusaha buat aku senyum kalo itu semua cuma kebohongan yang didasari oleh rasa kasihan."

di saat itu..,...,..,
kamu bakal terjatuh lebih keras dari pada jawaban-jawaban yang lain tadi.
karena kamu jatuh waktu kamu lagi sayang berat sama dia.
mungkin nggak bakal jadi se sakit itu kalo dari awal kita tau apa perasaan orang itu ke kita waktu "sayang" kita masih ngga sbrapa besar.
daripada waktu kamu tau apa perasaan orang itu sebenernya ke kita waktu "sayang" kita udah sebesar itu.
read more